Featured Video

Kamis, 05 Januari 2012

Komaruddin: Mobil Esemka Menampar Muka Kita


TRIBUNNEWS.comWali Kota Solo Joko Widodo dan mobil Kiat Esemka produksi anak bangsa

SEMARANG, KOMPAS.com - 
Berbagai tanggapan muncul, menanggapi gebrakan yang dilakukan Wali Kota Solo Joko Widodo saat menggunakan mobil dinas hasil rakitan siswa sekolah menengah kejuruan.
Namun bagi Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta,

Madonna Menolak Membeli Surat


Madonna

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- 
Madonna menolak membeli surat yang ditulis Wallis Simpson saat melakukan riset untuk film terbarunya, W.E. Dia malah memilih menghafal isi surat itu.
Pelantun lagu ”Material Girl” ini memulai debutnya sebagai sutradara dengan mengangkat satu masa bersejarah berdasarkan kisah percintaan antara pemimpin monarki Inggris, Raja Edward VIII, dan janda Amerika, Wallis Simpson. Hubungan itu memaksa sang raja turun takhta pada 1936.

Hiu Blasteran Ditemukan di Australia


University of QueenslandHiu Sirip Hitam

BRISBANE,
 Tim peneliti menemukan hiu blasteran di perairan Australia. Demikian diberitakan AFP, Selasa (3/1/2012). Jess Morgan, pimpinan tim peneliti, mengatakan bahwa hiu tersebut merupakan blasteran antara hiu sirip hitam australia dan hiu sirip hitam jenis lain yang lebih umum didapatkan di dunia.

Cucu Kesayangan si Raja Dangdut Meninggal Dunia


Cucu Kesayangan si Raja Dangdut Meninggal Dunia
Suasana duka menyelimuti keluarga besar Rhoma Irama. Cucu si Raja Dangdut yang bernama Tivla Ahya Zulfikar (1) meninggal pada Selasa (3/1/2012) sekitar pukul 19.00 di Rumah Sakit Hermina, Jakarta Timur.

Suara Menggelegar Sebelum Air Telaga Habis Tersedot


Suara Menggelegar Sebelum Air Telaga Habis Tersedot
net
ilustrasi
GUNUNGKIDUL - Fenomena tanah ambles di Gunungkidul, kembali terjadi. Kali ini, telaga Mata Indra, di dusun Temuireng II, Temuireng, Girisuko, Panggang, ambles. Air telaga mengering, menyisakan diameter lubang sekitar 5 meter di dasar telaga.
Kejadian tersebut, cukup mengagetkan warga sekitar dan hingga kini, masih menjadi bahan pembicaraan di kalangan warga. Dituturkan oleh Sugirin (30), warga setempat, telaga yang memiliki panjang 20 meter dan lebar 15 meter tersebut, sebelum ambles penuh dengan air.
"Saat itu penuh kok, sekitar dada orang dewasa, namun tiba-tiba  habis, " katanya saat ditemui Tribun Jogja, di lokasi kejadian, Rabu (4/1/2012).
Menurutnya, kejadian aneh terjadi  Senin (2/1/2012) sekitar pukul 22.00 malam, warga mendengar suara menggelegar.
"Suaranya itu bergemuruh, menggelegar kayak letusan Gunung merapi," jelas bapak berputra dua ini. Saat itu, ia dan juga beberapa warga, kaget atas kejadian tersebut.


Editor: Hasiolan Eko P Gultom  |  Sumber: Tribun Jogja

Ingin Tahu Penghasilan Diego Michiels di Pelita Jaya?


Ingin Tahu Penghasilan Diego Michiels di Pelita Jaya?
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Mantan pemain Pelita Jaya, Diego Michiels, memberikan keterangan kepada wartawan di Hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa (3/1/2012). Diego menyatakan bahwa keinginannya untuk mundur dari Pelita Jaya adalah keinginannya sendiri, tanpa tekanan dari siapapun. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Newcastle Benamkan MU Tiga Gol Tanpa Balas


Newcastle Benamkan MU Tiga Gol Tanpa Balas
Daylife
Gelandang Newcastle Yohan Cabaye mencetak gol ke gawang Manchester United, Rabu (4/1/2012).

NEWCASTLE -
Manchester United kembali mendapat hasil buruk dalam laga lanjutan Premier League. Bertandang ke markas Newcastle United, Stadion St James Park, Rabu (5/1/2012), Setan Merah menelan kekalahan telak tiga gol tanpa balas.

Sepasang Gol Fabregas dan Messi, Barcelona Tekuk Osasuna 4-0


Sepasang Gol Fabregas dan Messi, Barcelona Tekuk Osasuna 4-0
Lionel Messi dan Cesc Fabregas

BARCELONA
 - Barcelona menunjukkan dominasinya atas Osasuna musim ini. Setelah melibas Osasuna 8 gol tanpa balas di ajang Liga BBVA, kini El Barca juga menang telak atas lawan yang sama pada pentas Copa del Rey. Xavi Hernandez cs unggul dengan skor 4-0, Rabu (4/1/2012).

Industri Otomotif Khawatir Disaingi Kiat Esemka


Industri Otomotif Khawatir Disaingi Kiat Esemka
 SEMARANG— Karya anak negeri seperti mobil Esemka yang diciptakan anak-anak sekolah menengah kejuruan (SMK) Solo, Jawa Tengah, seharusnya mendapat dukungan pemerintah.

Mobil Buatan Siswa SMK Mobil Esemka Punya Panduan Manual Indonesia?


Mobil Esemka Punya Panduan Manual Indonesia? Awas Ditangkap
33 SMK Siap Produksi Massal
Wacana produksi massal mobil Esemka disambut gembira sejumlah kalangan, Sebanyak 33 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perakit komponen mobil bahkan mengaku siap memproduksi secara massal mobil SUV Kiat Esemka asalkan bermitra kerja dengan industri. Sebagai institusi pendidikan, SMK tetaplah tempat memproduksi SDM (sumber daya manusia) dan bukan pabrik mobil.

"SMK tempat menghasilkan orang-orang yang akan membuat mobil, bukan pabrik mobil. Kami kembangkan produksi di banyak titik SMK dan dikumpulkan di SMK Integrator. Sekarang sudah siap 1.000 mesin. Tinggal dimanfaatkan untuk kendaraan apapun," kata Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Joko Sutrisno, ketika ditemui, Rabu (4/1/2012) sore, di Jakarta seperti dilansir kompas.com.

Proses perakitan mobil Kiat Esemka, lanjut Joko, sudah dimulai sejak 2007 dan terbentuklah prototipenya. Pada tahun 2010 bertemu dengan mitra industri dan terbentuklah mobil Kiat Esemka.

Guru Bidang Elektronika dan Industri di SMKN 4 Jakarta, Agus Martoyo, mengakui SMK selalu membutuhkan bimbingan dan pendampingan intensif dari industri. Apalagi mengingat semua komponen disuplai oleh industri. SMKN 4 Jakarta terlibat dalam perakitan mobil SUV Kiat Esemka, dengan merakit komponen mesinnya.

"Mesin untuk Kiat Esemka itu dirancang khusus, agar bisa kompatibel untuk semua jenis kendaraan. Guru dan siswa diberi pelatihan merakit komponen mesin terlebih dahulu oleh industri selama sebulan," kata Agus.

Perakitan satu mesin dilakukan oleh tiga siswa kelas 2 dan kelas 3 selama tiga hari. Komponen mesin yang digunakan 80 persen produk lokal dan sisanya impor dari China. Komponen yang diimpor ada di bagian sistem injeksi. Produksi satu mesin diperkirakan mencapai Rp 20-30 juta.

Agus menyayangkan pemerintah yang belum mendukung sepenuhnya produksi anak bangsa. Seharusnya pemerintah bisa mencontoh China dan Malaysia yang mendorong produksi dalam negeri dengan memberi banyak insentif. "Kalau SMK dijembatani industri, kami siap untuk produksi massal," kata Agus.
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Roy Suryo jadi satu di antara ratusan pejabat negara yang mendukung wacana produksi massal mobil Esemka yang dipelopori pengerjaannya oleh anak-anak SMK Solo.