Featured Video

Sabtu, 16 Juli 2011

Kelangkaan BBM Ganggu Aktivitas Ekonomi Masyarakat-Payakumbuh


PAYAKUMBUH, HALUAN — Distribusi dan kelangkaan BBM di Payakumbuh makin parah. Meski penjualan kepada konsumen berjeriken sudah dihentikan, kelangkaan BBM jenis apapun masih berlanjut.

Kondisi ini mulai meresahkan pelaku dan aktivitas ekonomi di Payakumbuh maupun di Lima­puluh Kota.
“Sampai sekarang kita benar-benar kesulitan akan situasi kelangkaan BBM. Bagaimana tidak pusing, bensin habis di mana-mana. Sementara, buat menjalankan bisnis kita sangat membutuhkan bahan bakar,” tutur Andri (34), sopir angkutan hasil bumi dari Payakumbuh ke Pekan­baru kepada Haluan, Jumat (15/7) siang.
Tak hanya Andri dan sejumlah tukang ojek di kawasan Koto Nan Ompek. Berbagai keluhan akibat kondisi kelangkaan BBM juga merata dikeluhkan warga lain. Seperti para pedagang keliling atau garendong. Diakui pedagang, belum lancarnya pendistribusian bensin di SPBU, turut menim­bulkan kerugian yang tidak sedikit.
Dari pantauan Haluan, sejum­lah SPBU masih saja tutup karena kehabisan stok di siang hari. Di SPBU Sarilamak, saat truk tangki pembawa BBM datang di sore hari, puluhan mobil sudah antre hingga habis menjelang tengah malam. Dalam waktu lima jam BBM tersebut sudah habis kem­bali.
Dalam satu hari, para pedagang kecil bermotor mengaku harus mengeluarkan biaya lebih tinggi dari biasanya.
Menyikapi situasi tersebut, pemko Payakumbuh melalui Asisten II Bidang Perekonomian Yanuar mengatakan, sebelumnya Pemko melakukan pelbagai upaya penanggulangan.
“Kita masih terus bekerja mencarikan solusinya buat peme­ca­han permasalahan BBM. Kita juga telah berkoordinasi, hingga menyurati pihak Pertamina, guna menghitung berapa kuota minyak untuk wilayah Payakum­buh. Mudah mudahan, bisa cepat teratasi,” imbuh Yanuar menjelaskan. (h/il)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar