Inisiatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan Tour de Singkarak (TdS) 2-9 Juni 2013, dengan acara Fun Bike di silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Minggu (12/5) pagi, menjadikan Monas “dikuasai” nuansa serba Sumatera Barat.
Hal tersebut dikatakan Menparekraf Mari Elka Pangestu saat launching TdS 2013, di silang Monas Jakarta, Minggu (12/5).
Hadir tokoh Minang yang juga Ketua DPD RI Irman Gusman, Wamen Parekraf Sapta Nirwandar, Wamendikbud Musliar Kasim, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim dan Wali Kota Padang Fauzi Bahar serta wali kota dan bupati yang daerahnya bakal dilintasi pebalap TdS.
“Monas diduduki orang Minangkabau. Semua kepala daerah yang tadi bernyanyi dengan tulus dan bangga menggunakan bahasa Minang. Itulah Indonesia. Tapi hari ini Monas berlimpah-ruah dikunjungi masyarakat dan itu bernuansa serba Sumatera Barat,” kata Mari Elka Pangestu, di hadapan ribuan massa yang memadati silang Monas Jakarta.
Nuansa yang serba Minang ini, lanjut Mari, jarang terjadi di Jakarta. Kemarin (12/5), siapa pun pengunjung Monas bisa menyaksikan keindahan alam Sumbar melalui layar lebar atau menyaksikan lagu Minang yang dilantunkan oleh sejumlah artis asal Sumbar. Dijelaskannya, acara TdS tidak saja menjadi salah satu ikon Sumbar, tapi sudah menjadi ikon Indonesia dalam mempromosi wisata ke dunia. “Iven TdS yang merupakan perpaduan olahraga dan promosi pariwisata tidak saja untuk Sumbar, tapi juga berdampak terhadap Indonesia. Untuk itu, kita harus terus menyukseskan agenda ini,” kata Mari Eka Pangestu.
Sejak TdS diadakan, mantan Menteri Perdagangan itu mengatakan, tingkat kunjungan ke Sumbar naik sekitar 10 hingga 12 persen tiap tahun. Tidak itu saja, TdS juga mampu “memaksa” Pemerintah memperbaiki jalan tiap tahun.
Ketua DPD Irman Gusman mengatakan, Monas Minggu pagi dikuasai penuh oleh Sumbar. Tidak saja karena alunan musik Minang yang terus terdengar, tapi juga karena seni tari perpaduan tradisional, modern mampu mencuri perhatian pengunjung. “Tahun 2014 nanti, saya akan menyampaikan kepada Presiden SBY untuk membuka langsung TdS di Sumbar,” janji Irman.
Ditegaskannya, pascagempa 2009, TdS terbukti memiliki peran dalam memulihkan pariwisata, ekonomi dan infrastruktur di Sumbar. Bahkan, perusahaan multinasional Lippo Group, yang sudah menetapkan berinvestasi sebesar Rp 10 triliun di Padang, menurut Irman ada kaitannya dengan kesuksesan TdS. Irman berharap semua stakeholders di Sumbar bisa menjadi tuan rumah yang baik.
Wagub Sumbar Muslim Kasim menambahkan, TdS punya andil cukup besar membuka akses Sumbar ke dunia luar. “Ditambah lagi tahun ini TdS akan melewati 17 kabupaten/kota, tinggal dua daerah yang belum dilewati, yakni Pasaman Barat dan Mentawai,” ungkap Muslim Kasim.
TdS Tempuh 1.200 KM
TdS kali ini akan jauh lebih menantang bagi para pebalap. Menempuh jarak 1.200 km, para pebalap akan berpacu memperebutkan total hadiah Rp 1,2 miliar atau naik dari tahun lalu Rp 750 juta.
Menariknya, selain Kelok 44 yang menjadi mountain of challange, tahun ini juga ada Kelok 9.
Tantangan ini akan ditemui para rider di etape ketiga, Payakumbuh-Singkarak melalui Kelok 9. “TdS tahun ini akan benar-benar memberikan tantangan besar bagi para pebalap yang terdiri dari 23 tim, 17 tim mancanegara dan 6 dalam negeri. Tim mancanegara itu berasal dari 18 negara,” ujar Sapta Nirwandar.
Ke-18 negara tersebut adalah Indonesia, Kanada, Australia, Brunei Darussalam, Iran, Irlandia, Jepang, Taiwan, Kazakhstan, Malaysia, Mongolia, Belanda, Filipina, Thailand, Amerika, Singapura, Spanyol, dan Uzbekistan.
Kasubdit Promosi Wilayah Sumatera, Raseno Arya mengatakan, etape I Bukittinggi-Bonjol (Pasaman). Etape kedua Padangpanjang-Batusangkar melalui Lembah Anai dan Kelok 44. Seterusnya etape ketiga, Payakumbuh-Danau Singkarak via Kelok 9, etape keempat, Sijunjung-Dharmasraya. Kemudian etape kelima, Sawahlunto-Solok Selatan, etape keenam, Pariaman-Painan, dan terakhir Padangpariaman-Padang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar