Featured Video

Senin, 26 Desember 2011

Imam Besar Meninggal-Padang Panjang


MASJID DJIHAD PADANG PANJANG BERDUKA
PADANG PANJANG, HALUAN — H Basri Dt Garang (51 th), Imam besar Masjid Raya Djihad Padang Panjang mening­gal dunia di RS Achmad Much­tar Bu­kittinggi, Minggu pukul 5.30 WIB subuh kemarin.

Basri Dt Garang yang juga Qari tingkat Nasional ini meninggal akibat terserang penyakit stroke yang datang secara mendadak saat hendak menjadi imam waktu salat berjamaah di masjid Raya Djihad, Sabtu sebelumnya
Jamaah yang mengetahui musibah senja itu langsung melarikannya ke RS Stroke Bukittinggi. Rupanya jalan menuju Bukittinggi macet total. Dan diputuskan membawanya kembali ke RS Yarsi Padang Panjang. Mobil itupun terpaksa berbalik arah dari kawasan Air Angek menuju Padang Panjang. Malamnya Ia harus di rujuk lagi ke RS Stroke Bukittinggi akibat tekanan darahnya tinggi. Jamaah bersama-sama Yayasan Masjid Djihad yang diketuai Adirozal mantan Wakil Wali­kota Padang Panjang segera membawanya ke RS Stroke Bukittinggi.  Rupanya RS Stroke Bukittinggi penuh dan Ia terpaksa dipindahkan ke RS Achmad Muchtar dan meng­hembuskan nafas terakhir Minggu  pukul 5.30 WIB
Menurut beberapa jamaah masjid Raya Djihad yang datang ramai ramai ke rumah duka di Gunungrajo, Basri Dt Garang sebelum dilarikan ke rumah sakit, sudah berdiri di sajadah untuk menjadi imam salat magrib.
Ketika hendak memasang mikrophone jepit di bajunya, Ia tak bisa lagi memasangkan lantaran tangan kanannya  sudah tidak berdaya. 3 kali mik jepit itu terjatuh. H Hasbullah Katik yang  berdiri di bela­kangnya langsung meng­ganti­kan.  Basri Dt Garang  terus berusaha untuk shalat sebagai makmum, tetapi badannya sudah lemah dan terpaksa dipegang jamaah lain disam­pingnya. Kondisinya semakin parah dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit
Wakil Walikota Padang Panjang Edwin Anas saat menjenguk ke rumah duka di Gunungrajo, kemarin menga­takan, Basri Dt Gadang sudah lama menjadi Imam besar Masjid Raya Djihad. Suaranya merdu dan bacaannya fasih. “Kota Padang Panjang benar-benar kehilangan seorang imam besar “ kata Edwin Anas
Basri Dt Garang selain menjadi Imam besar sejak tahun 1990. Tahun 1996 ia diberikan kesempatan olleh yayasan untuk menunaikan ibadah haji. Ia juga guru TPA dan terus mendidik anak anak membaca alqoran melalui prifat dari rumah kerumah. Bahkan H Basri Dt Garang juga menjadi pelatih utama bagi Qari Padang Pan­jang dan kecamatan Batipuh  sebelum berlomba di MTQ baik tingkat kota/kabupaten, propinsi dan Nasional.
Basri Dt Garang mening­galkan 6 orang anak hasil perkawinannya dengan Syah­minar asal Gunungrajo, almar­hum dimakamkan di pandam pekuburan keluarga di Gunung­rajo. (h/one)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar